Cocoa Bibit.png

Panen Sering Tanaman Kakao

Panen Sering adalah pemanenan buah kakao yang dilakukan setiap 7 hari sekali (satu kali dalam seminggu) atau paling lambat setiap 10 hari sekali. Pemanenan harus dilakukan secara serentak dan teratur. Dengan memanen seluruh buah yang telah masak sekali dalam seminggu termasuk ketika tingkat produksi rendah, petani bisa mempersingkat perputaran hidup PBK (Penggerek Buah Kakao) dalam fase larva. Bila dilaksanakan dengan benar, metode ini akan menurunkan tingkat serangan PBK dan akan berpengaruh pada peningkatan kualitas biji kakao. Pemanenan buah yang sudah matang bila lebih dari 14 hari, kemungkinan besar terdapat buah yang terlalu matang, sehingga biji-bijinya mulai berkecambah dan tidak dapat dijual.

Petani dengan pohon kakao .jpg

Selain itu, dengan melakukan panen sering, maka akan menghemat nutrisi pada tanaman karena buah-buah yang masak awal atau yang sudah masak segera dipanen, sehingga sisa nutrisi dapat di distribusikan ke bagian lain dari tanaman tersebut. Selain itu juga dapat merangsang tumbuhnya bunga sebab tanaman memiliki persediaan nutrisi yang cukup.

Buah kakao merupakan tempat hama PBK meletakkan telurnnya. Hama PBK meletakkan telurnya pada buah kakao yang berumur 3-4 bulan, yaitu saat buah telah memiliki diameter yang cukup dan memiliki lekukan – lekukan di buahnya. Fase ini sangat disukai ngengat hama PBK untuk menaruh telurnya di permukaan buah kakao.

Dengan memanen buah pada saat mencapai 3 - 4 bulan (masak awal), larva PBK yang berada di dalam buah akan terbawa, sehingga dapat dimusnahkan dengan mudah, yaitu dengan mengubur kulit buah ke dalam tanah atau menutup bekas kulit buah dengan plastik. Makanan PBK adalah daging buah dan plasenta, sehingga peletakan telur dilakukan pada buah yang berumur 4 bualn karena buah sudah mulai masak awal. Dengan melakukan panen buah masak awal, maka sebagian besar telur dan larva PBK ikut terpanen, sehingga dengan mudah dimusnahkan dengan membenamkan kulit buah ke dalam tanah.

 
Umur buah kakao per bulan .jpg

Demikian artikel budidaya kakao kali ini, bila ingin mengetahui topik pemanenan atau materi budidaya kakao yang lain, tunggu artikel kami selanjutnya ya.