Cocoa Bibit.png

Sanitasi Kebun Kakao Pada Saat Panen

Sanitasi secara harafiah dapat diartikan sebagai kegiatan membersihkan. Jadi kegiatan sanitasi pada tanaman kakao adalah kegiatan membersihkan bagian tanaman kakao yang tidak digunakan ataupun bahan lain yang tidak diinginkan. Sanitasi pada tanaman kakao dibagi menjadi 3 macam yaitu sanitasi kulit buah, sanitasi gulma, dan sanitasi sisa pemangkasan. Karena sekarang sedang panen raya maka kita akan membahas sanitasi hasil panen atau sanitasi kulit buah.

Sanitasi Kulit Buah Kakao .png

Pada saat panen raya, sampah yang banyak terdapat di kebun adalah sampah kulit buah. Cara terbaik untuk membersihkan sampah kulit buah tersebut adalah dengan mengubur kulit – kulit buah agar hama yang ada di kulit buah mati karena terkubur di dalam tanah. Sebelum kulit – kulit dikubur, kita perlu menyiapkan lubang yang berfungsi sebagai tempat pembuangan dan mengubur sisa kulit buah.

 

 

Lubang tersebut disebut rorak. Selain berfungsi sebagai tempat pembuangan sisa tanaman yang tidak terpakai, rorak juga berfungsi memperlancar saluran air di kebun. Cara yang dilakukan untuk sanitasi kulit buah yakni dengan memasukkan kulit buah hasil panen kedalam lubang yang telah disiapkan, kemudian menutupnya dengan tanah sampai kulit buah terkubur semuanya. Ketinggian tanah penutup timbunan ± 5 cm. Biasanya ukuran lubang yang dibuat 1 M X 1 M. Dengan mengubur sisa kulit buah dapat membuat tanah dapat menampung dan menyerap air (tahan di musim kering).

Bila tidak sempat membuat lubang, maka sanitasi dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut:

  • Kulit buah dikumpulkan dan ditumpuk diatas permukaan tanah, kemudian ditutup dengan plastik transparan hingga kulit buah dapat tertutupi dengan sempurna.

  • Agar udara tidak masuk dan keluar secara bebas ke dalam tumpukan, maka sebaiknya pada sisi/pinggir plastik ditimbun dengan tanah. Jika sirkulasi udara dalam tumpukan atau di dalam lubang terhambat (hampa udara) maka hama PBK akan mati.

 

Hasil sisa kulit buah ini nantinya akan menjadi bahan organik yang bermanfaat bagi tanaman, yaitu sebagai sumber hara tanaman, dapat memperbaiki struktur tanah, dan mengembalikan kesuburan tanah. 

Untuk buah yang busuk akibat penyakit busuk buah karena serangan Phytoptora, sanitasi yang dilakukan adalah dengan cara dikumpulkan di sebuah lubang kemudian dibakar. Hal ini dikarenakan jamur penyebab penyakit masih dapat hidup di dalam tanah, sehingga untuk mencegah penyebaran penyakit ini perlu dilakukan pembakaran.

Demikian artikel budidaya kakao kali ini, bila ingin mengetahui topik sanitasi atau materi budidaya kakao yang lain, tunggu artikel kami selanjutnya ya.